Ikatan Alumni Kristen Politeknik Medan
Make your own free website on Tripod.com

Ikatan Alumni Kristen Politeknik

Medan

 
 

 

Tuhan, Engkau adalah alas yang kuat, batu karang atas mana kubangun hidupku. Kini dalam saat kesulitanku janganlah tinggalkan aku sedetikpun, supaya apabila pikiranku sedang kacau, sibodoh yang mengira bahwa tidak ada Allah, jangan menghinaku. Kiranya Engau selalu dekat padaku; beritahukan aku bahwa Engkaulah yang menentukan ini dan dalam kehadiran-Mu biarlah aku tetap bergembira, sehingga orang-orang yang melihat aku dapat melihat Engkau dan menyaksikan bahwa Engkau sedang menggenapkan pekerjaan-Mu yang mulia di dalam aku.

= Elizabeth Thomas =

 

Profil Alumni

 

Bintoro Simangunsong (TK-96)

 

Sosok yang satu ini sudah begitu akrab di kalangan Alumni maupun Adek-adek KMK Polmed.  Dengan senyumnya yang khas selalu ramah menegur dan memperhatikan siapa saja.  Apalagi saat menjabat sebagai Ketua IAKPM selama dua periode.  Yuuk,  kita jabat erat dan kenal lebih dalam rekan kita Bintoro Simangunsong (TK 96).

 

Dilahirkan 28 tahun yang lalu tepatnya 30 November 1976 sebagai anak ke-6 dari 8 bersaudara yang menghabiskan masa kecil di kampung halamannya Pangaribuan.  Setelah tamat SMP pun merantau ke Medan demi menggapai cita-cita yang mulai ditata begitu masuk SMA favourite di Medan yaitu SMAN 1 Medan jurusan Fisika.

Keinginannya untuk serius di bidang teknik menghantarkan dia masuk ke Politeknik jurusan Telekomunikasi pada tahun 1996, meskipun pilihan terakhir namun ia tetap bersyukur (katanya sih jurusan TK yang paling tinggi score dan persaingannya) karena ia telah memasrahkan diri berserah kepada Tuhan pada saat kebaktian peserta UMPTN yang diadakan KMK USU.

Saat mengikuti kebaktian Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) di Politeknik ia mengambil keputusan menerima Kristus secara pribadi dan merupakan awal pertobatannya yang kemudian diteguhkan lagi pada Retreat Umum Politeknik Oktober 1996.  Ia pun mengawali hidup barunya dengan bersedia menjadi anggota Kelompok PA dipimpin oleh Bang Saoloan Sihite (TK 94) dan setelah Bang Olo pindah ke Batam dipimpin oleh Bang Rommel Sihite (EL 94) – apa harus marga Sihite ya Bin..?

Kepribadiannya yang pendiam membuat ia selama ini kurang mau bergabung dalam suatu organisasi karena susah berkomunikasi dan kurang menerima diri sendiri.  Namun setelah hidup didalam Yesus, perlahan-lahan semua dikikis dan dimotivasi oleh Abang PA sehingga masuk menjadi adik komisi Humas KMSK Politeknik pada semester III-IV, dilanjutkan menjadi anggota komisi Peralatan di semester V-VI.  Di komisi itulah ia memulai persahabatannya dengan Lisbon Pangaribuan (TK 96) sampai saat ini.

Setelah tamat dari Politeknik ia langsung melanjutkan ke Fakultas Teknik Industri Program Extension tamat tahun 2003 sekaligus juga melanjutkan pelayanannya di IAKPM tercinta dan menjadi Ketua periode 2002/2003 dan 2003/2004.  Pada tahun 2001 ia melamar dan ikut test pegawai negeri di Politeknik dan diterima menjadi teknisi Lab. Elektro.

Dalam pekerjaan ia berusaha tetap sabar dan tekun sekalipun pengajuan penyesuaian izasah D-3 ke S-1 selalu menghadapi hambatan sudah begitu lama.  Hal ini menyebabkan golongan pegawai Negeri-nya tidak naik sudah hampir 2 tahun sejak ia mengajukan permohonan tersebut.  Karena itu ia terus berdoa dan berharap agar orang-orang yang berwenang bersedia mengeluarkan surat keputusan, karena sebenarnya sudah disetujui dari dulu tetapi belum ditandatangani sampai saat ini.

Terbersit juga dalam pikirannya apakah berarti ia harus mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan kemampuan dan pendidikannya saat ini?  Ia masih terus berdoa dan memohon Tuhan menunjukkan jalannya.  Bantu dalam doa ya…

Kecintaannya kepada IAKPM sangat dirasakannya karena ia merasa di IAKPM ia semakin bertumbuh dan dibentuk melalui firman Tuhan dan juga melalui orang-orang di sekelilingnya.  Harapannya IAKPM tetap menjadi sarana untuk saling menguatkan dan menopang satu sama lain, bukan hanya dalam kerohanian tetapi juga untuk dunia sekuler seperti lowongan kerja, pengembangan diri sehingga Alumni bisa menjadi garam dan terang.  Selama menjadi Ketua, ia sangat menikmati pelayanannya bersama pengurus yang lain, meskipun ada suka dukanya.  Sukanya seperti telah diuraikan diatas ia dapat mengenal dan memahami berbagai karakter orang yang berbeda-beda, suasananya akrab dan saling menguatkan, juga melatihnya dalam memimpin suatu organisasi. Dukanya adalah tidak bisa bebas pulang kampung bila ada pelayanan dan ia sebagai penanggung jawab merasa harus stand by di Medan, namun tidak menjadi masalah karena memang kampungnya cukup jauh dan bisa mencari waktu yang lebih tepat.

Bintoro merasa memiliki kepribadian yang sabar dan tekun.  Sedangkan hal-hal yang kurang disukai dari dirinya adalah kurang tegas dan banyak pertimbangan.  Benarkah demikian?  Mari kita cocokkan jawabannya dengan rekan-rekan yang lain :

Susi Pasaribu (Ketua IAKPM)

Bintoro itu orangnya baik, rendah hati dan tulus.  Namun sekarang sepertinya kurang semangat, kurang rajin dan mengalir seperti air saja (lagi konflik bathin kali Bu..J) Waktu jadi Ketua dia banyak di back-up orang-orang yang berkompeten di Departemen.

Oskar Butar-butar (Kaltim)

Kalau menurut aku sih Bintoro itu bagus orangnya, dan aku memberikan selamat bagi orang yang akan mendapatkan Bintoro.  Dia orangnya tulus mau belajar, dan dapat kita lihat yang dulunya dia pendiam tetapi sekarang dia bisa berbicara dihadapan ribuan public.

Sri Kitik (sahabat)

Orangnya lebih bertanggung jawab sekarang, dulu enggak begitu.  Dia cerewet complain kalau ada yang nggak sesuai tetapi kepada orang tertentu aja yang dekat ama dia.  Selama jadi Ketua IAKPM gak kayak dia yang dulu ya, ramah sama semua orang, dulu pendiam.  Kayaknya sih dia akan menemukan TH dengan segera.  Tapi aku sebal gak bisa diajak bercanda lagi, sudah lebih dewasa dan pendiam.  Pesanku jangan somsek ya kalau nanti udah ada TH.

Ester Napitu (Jabotabed)

Komentar dari aku: kalau ingat Bintoro, pasti ingat Bang Lisbon, jangankan aku, bang Binsar aja yang merupakan temen dekatnya masih tetap keliru he..he... ceritanya pas bang Bintoro maen ke jakarta, kami menuntut dia cerita ttg gosip yang lagi hangat2nya di Medan. Pas lagi asik2nya cerita bang Binsar tiba2 nyeletuk "Lisbon, kalau kabar si anu bagaimana?" he..he.. kita semua pada ketawa, sambil berkata, bang Binsar, ini bang Bintoro bukan bang Lisbon...he..he..

Lisbon Pangaribuan (sahabat dekat)

 

Dia baik, rendah hati.  Kami menjadi sahabat karena saling melengkapi aja.. mis. aku emosi dia bisa terima jadi saling menutup.  Dia itu nggak begitu emosian menghadapi orang lain, dia mengandalkan logika yang bagus dan positive thinking.  Kekurangannya dia kalo protes nggak ngomong langsung ke orangnya tapi melalui aku.  Waktu jadi Ketua IAKPM dulu kurang tegas, beda dengan K’ Susi lebih tegas dan berani menyampaikan teguran kepada anggota-anggotanya.  Dalam hal TH dia menunggu waktu yang tepat dan sangat berhati-hati / was-was juga selektif.  Kriteria TH-nya tidak mesti cantik tapi harus baik, pintar, dan tidak egois.  Kesan bersahabat dengannya enaklah bersahabat dengan Bintoro, yang pasti aku sangat bersyukur.

 

 Duma Sari Sitinjak (ex KTB BPH)

 

Menurutku Bintoro termasuk orang yang bertanggung jawab, kalo dimintai tolong dia mau, tapi agak pendiam.  Dia gak mau / gak berani mengevaluasi orang dan dievaluasi juga gak berani.  Bisa diajak teman sharing, mau mendengar keluhan-keluhan orang, walaupun gak ada solusi. Dia pendiam dan kurang terbuka sampai aku sendiri gak tahu siapa yang didoakannya.. apa memang awak? J  Semasa  Ketua IAKPM dia orang yang bertanggung jawab, mau berbuat walaupun capek, dia orangnya rela berkorban.  Kekurangannya dia kurang tegas dan sulit mengambil keputusan. Saran saya jadilah orang yang tegas dan bijaksana.

 

Edward Tambunan (Adek PA)

 

Bang Bintoro termasuk pribadi yang menyenangkan, ramah, sekalipun banyak orang yang menyatakan dia tidak menyenangkan.  Sulit marah sehingga kurang tegas untuk menyatakan orang lain salah.  Sebagai  adek PA, saya berharap sifat ini tidak ikut mempengaruhi dalam mencari TH.  Semoga Sukses..  Maju terus pantang mundur, pokoknya harus tahun ini…!!

Tampil Torus (Pra Alumni)

Bang Bintoro adalah seorang yang cool, sering buat kesalahan yang tidak diduga-duga.  Dari segi postur tubuh bisa dibilang siap pakai namun kenyataannya tidak seperti itu.  Orangnya perhatian sekarang. Pesanku  maunya Abang lebih cepat mendoakan seseorang.  Kesan, jika aku minjam kereta kalau senang baru dikasih.

Adi Tiarma (teman dekat)

Bintoro merupakan teman yang baik, tapi kurang perhatian, kurang peka gitu, kurang terbuka (… nuntut ya ‘Di..?), sulit menegur bila ada kesalahan orang.  Kalo mau marah pasti mikir dulu bolak-balik.  Dulu orangnya pendiam paling susah mengeluarkan pendapat tapi sekarang agak ceriwis bahkan dibilang agak banyak ngomong dan agak parbada terimbas dari siapa ya?  Dulu temannya itu-itu aja sekarang udah ramah mau gabung-gabung.  Yang paling sulit menurutku koq nggak punya TH sampai sekarang ini adalah karena kurang peka (nah lho..) Kelebihannya orangnya tenang, perhatian sama orang-orang yang special di hatinya, ngomong nggak mau berlebihan dan memperlakukan orang apa adanya.  Mau juga bergossip tapi dengan kami bertiga aja teman dekatnya (Adi dan Lisbon-red), kami bertiga selalu bergossip…hehehe..  Kekurangannya… terlalu banyak, tapi aku selalu memaafkannya.  Dia juga kurang berani sama ceweq, dan gak mau asal bilang perasaannya bila suka.  Yang menarik dari pribadinya dia mau minta maaf dan mau memaafkan.

 

 

Visi Dan Misi

 
AD/ART
 
Jadwal Kebaktian
 
Profil Alumni
 
Ulang Tahun
 
Saran
 

 

 

Sekretariat :

P. Bulan Medan 20156